Pengertian Batuan Beku: Proses Pembentukan, Jenis, Contoh, dan Ciri-ciri Batuan Beku Lengkap : kangbro.com

Halo! Apa kabar? Pada kesempatan ini, kita akan membahas tentang batuan beku, salah satu jenis batuan yang terbentuk dari pendinginan magma atau lava. Batuan beku tergolong dalam jenis batuan yang keras dan kuat, sehingga sering digunakan sebagai bahan bangunan atau bahan hiasan.

Pengertian Batuan Beku

Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari kristalisasi magma atau lava yang mengalami pendinginan di bawah permukaan bumi atau di atas permukaan bumi. Pendinginan magma atau lava ini menyebabkan mineral yang terkandung dalam magma atau lava membentuk butiran atau kristal serta mengeras menjadi batuan padat yang disebut batuan beku.

Batuan beku juga dikenal dengan nama batuan igneus, yang berasal dari bahasa Latin, yaitu ignis yang berarti api. Hal ini mengacu pada asal usul batuan beku yang terbentuk dari magma atau lava yang mengalami pembekuan.

Proses Pembentukan Batuan Beku

Proses terbentuknya batuan beku dimulai dari magma atau lava yang terdapat di dalam perut bumi. Magma atau lava ini akan naik ke permukaan bumi melalui celah-celah di kerak bumi atau melalui letusan gunung api. Saat magma atau lava ini mencapai permukaan bumi, ia akan mengalami pendinginan dan kristalisasi menjadi batuan beku.

Terdapat dua proses pembentukan batuan beku, yaitu:

  1. Pembekuan dalam (intrusif)
  2. Pembekuan luar (ekstrusif)

Pembekuan dalam (intrusif) terjadi ketika magma atau lava berada di dalam kerak bumi dan mengalami pendinginan secara perlahan. Proses ini memakan waktu yang lama, sehingga mineral-mineral yang terkandung di dalamnya dapat membentuk kristal yang besar. Contoh batuan beku yang terbentuk melalui proses ini adalah granit, diorit, dan gabro.

Pembekuan luar (ekstrusif) terjadi ketika magma atau lava mengalami pendinginan di atas permukaan bumi atau di laut. Proses ini sangat cepat, sehingga kristal-kristal mineral yang terbentuk relatif kecil. Contoh batuan beku yang terbentuk melalui proses ini adalah basalt, andesit, dan obsidian.

Jenis-jenis Batuan Beku

Terdapat tiga jenis batuan beku, yaitu:

  1. Plutonik
  2. Vulkanik
  3. Porfiritik

Batuan beku plutonik terbentuk dari magma yang mengalami pendinginan di bawah permukaan bumi. Batuan ini memiliki butiran mineral yang besar dan biasanya berwarna terang. Contoh batuan beku plutonik adalah granit, diorit, dan gabro.

Batuan beku vulkanik terbentuk dari lava yang mengalami pendinginan di atas permukaan bumi atau di laut. Batuan ini memiliki butiran mineral yang kecil dan biasanya berwarna gelap. Contoh batuan beku vulkanik adalah basalt, andesit, dan obsidian.

Batuan beku porfiritik terbentuk dari magma yang mengalami pendinginan dalam dua tahap. Tahap pertama terjadi di dalam kerak bumi dan menghasilkan kristal-kristal mineral yang besar. Tahap kedua terjadi di atas permukaan bumi atau di laut dan menghasilkan kristal-kristal mineral yang kecil. Contoh batuan beku porfiritik adalah porfiri.

Contoh-contoh Batuan Beku

Berikut adalah beberapa contoh batuan beku beserta ciri-ciri dan penggunaannya:

Nama Batuan Ciri-ciri Penggunaan
Granit Butiran mineral besar, berwarna terang, kuat, tahan abrasi, tahan air, dan tahan panas Bahan bangunan, bahan hiasan, dan batu nisan
Basalt Butiran mineral kecil, berwarna gelap, keras, tahan air, dan tahan api Bahan bangunan, batu pemuat, dan batu asah
Obsidian Tidak memiliki butiran mineral, berwarna hitam atau coklat tua, tajam, rapuh, dan mudah pecah Alat pemotong, alat perang, dan bahan hiasan

Ciri-ciri Batuan Beku

Berikut adalah beberapa ciri-ciri batuan beku:

  • Batuan beku berbutir atau berbentuk kristal
  • Batuan beku memiliki kepadatan yang lebih besar dibandingkan dengan batuan sedimen atau batuan metamorf
  • Batuan beku memiliki sifat tahan lama atau awet
  • Batuan beku sering digunakan sebagai bahan bangunan atau bahan hiasan

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan batuan beku?

Batuan beku adalah salah satu jenis batuan yang terbentuk dari kristalisasi magma atau lava yang mengalami pendinginan di bawah permukaan bumi atau di atas permukaan bumi.

2. Bagaimana proses terbentuknya batuan beku?

Proses terbentuknya batuan beku dimulai dari magma atau lava yang terdapat di dalam perut bumi. Magma atau lava ini akan naik ke permukaan bumi melalui celah-celah di kerak bumi atau melalui letusan gunung api. Saat magma atau lava ini mencapai permukaan bumi, ia akan mengalami pendinginan dan kristalisasi menjadi batuan beku.

3. Apa saja jenis-jenis batuan beku?

Terdapat tiga jenis batuan beku, yaitu plutonik, vulkanik, dan porfiritik.

4. Apa contoh-contoh batuan beku?

Beberapa contoh batuan beku adalah granit, basalt, dan obsidian.

5. Apa ciri-ciri batuan beku?

Beberapa ciri-ciri batuan beku adalah berbutir atau berbentuk kristal, memiliki kepadatan yang lebih besar dibandingkan dengan batuan sedimen atau batuan metamorf, dan memiliki sifat tahan lama atau awet.

Sumber :

Sumber : https://www.teknohits.com